Merobohkan Keangkuhan Kalimat “All You Can Eat” 15/03/2009
Posted by ardisaz in Beranda.4 comments

Tujuh belas Orang dalam satu hari berhasil merubuhkan kalimat makan sepuasnya di sebuah restoran Jepang di Jalan Dago. Niatan ini diawali dengan persiapan yang matang dan terencana. Berbagai peralatan pengisi waktu telah dipersiapkan, mulai dari Laptop untuk nonton DVD, laptop untuk main WE, kartu, novel, komik, sampai kabel rol. Jam 10.00 WIB kami sudah siap dengan segala peralatan kami dan langsung menyerbu lokasi. Datang di pagi hari nampaknya membuat sang pemilik restoran senang, karena kedatangan omset yang berlimpah di jam tidak sibuk. Kami disambut hangat dan dipersilahkan menempati ruang VIP dengan terbuka. Ruang VIP tersebut sangatlah eksklusif, satu ruangan hanya ada dua meja dan empat pemasakan. Di ruang tertutup itu juga memiliki halaman belakang seperti taman. Para pramusaji yang hangat menyalakan kompor dan menyiapkan tempat bagi kami. Kami pun memulai dengan makanan pembuka, nasi goreng, salad, kwetiau, dll. Setelah kompor hangat, air mendidih, dan minum telah dipesan, kami merambah ke tempat daging dan makanan-makanan lain berada. Satu persatu dari kami mengalokasikan daging dari pendingin ke dalam kompor yang berakhir di perut kami. Begitu terus sampai siang hari. Suatu kesalahan terbesar dari pemilik restauran adalah, menempatkan kami di ruang VIP. Akibatnya adalah kami menjadi liar di dalam sana. Semua alat hiburan dikeluarkan dengan segera. Alhasil ruangan eksklusif tersebut berubah menjadi tempat bermain WE, tempat menonton DVD, tempat bermain internet, dll. Tentu selama aktifitas itu pun kami bolak-balik mengambil makanan sebagai cemilan.
Waktu terus berlalu, hingga akhirnya kami sepakat untuk memulai ronde ke dua. Kurang lebih pukul 14.00 WIB kami sudah merasa lapar dan siap untuk menjarah lemari pendingin yang penuh dengan daging tersebut kembali. Namun nampaknya kehangatan yang tadi pagi diberikan kepada kami sudah pudar. Muka-muka sinis dan tak senang dari para karyawan sudah tersirat. Tapi kami pun tidak peduli dan melanjutkan invasi kami. Dengan “tahu malunya” kami meminta petugas untuk menyalakan kompor kami lagi. Namun tidak kunjung datang petugas untuk menyalakan kompor kami. Sampai kami harus mendatangi petugas tersebut dan menunggunya hingga mendatangi meja kami dan menyalakan kompor. Kami minta ke empat meja dinyalakan lagi kompornya, namun pak petugas yang baik itu hanya menyalakan satu saja. Alhasil kami pun menyalakan sendiri kompor kami. Kami bolak-balik mengambil daging lagi. Lalu tiba-tiba, stok daging tidak dikeluarkan lagi. Nampaknya mereka bergerak cepat dengan tidak mengisi ulang stok daging yang ada. Tapi tak masalah, masih ada makanan yang bisa dimakan. Setiap kami mengambil makanan, mata-mata tajam menatap kami. Seakan ingin mengusir kami, namun tamu adalah raja, tidak bisa sembarangan diusir. Kehabisan daging tidak menyurutkan niat kami untuk terus bersantap ria. Terasa suasana semakin dingin, kami pun merasa semakin tidak nyaman. Sampai akhirnya kompor kami sudah sangat gosong dan kami meminta untuk diganti, lalu mas penjaganya berkata bahwa sudah tidak ada lagi karena sudah mau tutup karena ingin mempersiapkan untuk makan malam. Tadinya kami ingin berkata bahwa kami ingin makan malam sekalian, tapi rasanya melihat muka yang sudah seperti itu membuat kami tidak enak untuk berkata demikian. Alhasil jam 16.00 WIB kami meninggalkan kesan yang mendalam bagi restoran tersebut.
Semoga saja mereka tidak kapok dengan konsep “all you can eat”nya. Yang pasti kami sudah membuktikan kalau kalimat makan sepuasnya milik rumah makan tersebut hanyalah kalimat semu. Karena kami belum puas tapi sudah tidak diperbolehkan makan lagi. Silahkan buktikan sendiri…
SELAMAT ULANG TAHUN 04/03/2009
Posted by ardisaz in Beranda.1 comment so far

Ucapan doa dari saya spesial kepada mu yang tengah berulang tahun hari ini. Semoga menjadi lebih dekat denganNya, menjadi anak yang solehah dan berbakti kepada orang tua, menjadi kakak yang baik dan teladan bagi adik-adiknya, menjadi seseorang yang lebih bijaksana dan dewasa, dan yang terpenting adalah agar cita-cita dan segala impiannya terwujud.
dari saya untuk dia yang sedang ternyenyak di hati saya
Siapa Yang Melahirkan VIRUS? Ibu Virus atau Nyonya Konspirasi? 03/03/2009
Posted by ardisaz in Beranda.3 comments

Ada yang tidak tahu virus HIV AIDS? atau mungkin pernah mendengar virus flu burung? Virus tersebut baru terdengar dalam beberapa tahun ke belakang ini. Apa bisa dibilang virus tiba-tiba muncul di bumi? Atau virus merupakan suatu hasil konspirasi negara-negara maju untuk menghambat langkah negara-negara berkembang? Mereka menyerang sektor kesehatan dan ekonomi suatu negara dengan menebarkan virus di negara tersebut (yang tentu sang pencipta virus tersebut sudah memiliki vaksinnya).
Bayangkan dengan munculnya virus berbahaya tersebut, negara-negara maju bisa melakukan take and give. Kami negara berkembang harus memberikan sesuatu untuk dapat memiliki anti virusnya atau kami negara berkembang harus memindahkan fokus perkembangannya menjadi fokus riset penangkal virus sehingga perkembangan negara kami berjalan lambat? Mari kita coba gali kebenaran…. (buat yang punya info bisa dishare pada saya)
Kibarkan Bendera Ku 22/01/2009
Posted by ardisaz in Beranda.1 comment so far

Majulah Indonesiaku
Teriakanlah Kegigihan Indonesia
Bangkitlah dan Meraunglah Membahana
Bangunlah Dari Tidurnya Melompat Menuju Matahari Pagi
(beautifull picture from http://www.iipsaja.blogspot.com/)
Ketika lelaki belanja 02/01/2009
Posted by ardisaz in Beranda.add a comment
Kemarin malam saya menemani ibu saya berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan di Depok. Di tengah-tengah aktifitas berbelanja, ibu saya melihat celana jeans yang sedang saya pakai yang sudah mulai robek. Maklum saja, celana jeans itu sudah saya pakai hampir 3 tahun lebih. Kondisinya juga sudah mengenaskan. Akhirnya ibu saya menyuruh saya membeli celana jeans saat itu juga. Kebetulan ibu saya membantu memilihkan celana untuk saya. Yang ada di benak saya adalah “cepat cari, temukan celana tersebut, coba, bayar, lalu pulang”. Namun skenario itu tidak dapat saya laksanakan karena terjadi skema pengulangan pada proses “CARI, TEMUKAN, COBA, CARI, TEMUKAN, COBA, CARI, TEMUKAN, COBA.”. Tapi memang itulah jalan pikiran lelaki. Simple. Saya bandingkan lagi dengan kasus lain. Suatu saat saya pernah menemani wanita saya berbelanja. Kebetulan wanita saya mencari sepatu. Di otak saya “cari toko sepatu terbaik, pilih yang paling cocok, coba hingga dapat ukurannya, lalu bayar’. Sekali lagi terjadi pengulangan seperti kasus pertama. Dari satu toko, dicari, menemukan yang menarik, dicoba, lalu pindah ke toko lain. Di toko lain, mencari, lalu menemukan yang dia suka, di coba, namun langsung pindah lagi ke toko yang lain. Alasan pindah ke toko yang lain pun bermacam-macam. Mulai dari harganya yang dirasa tidak pas, ada bagian kecil yang membuat dia menjadi kurang menyukainya, tidak menemukan ukuran yang pas, atau sekedar tidak mood dengan sepatunya. Tapi memang berbelanja dengan wanita tidak akan memakan waktu sebentar. Lelaki dapat dengan mudahnya masuk ke sebuah toko dan keluar membawa sebuah kantong plastik lalu pulang. Sedangkan wanita keluar-masuk toko tanpa membawa apa, baru begitu menemukan yang dicari, dia baru keluar membawa plastik belanjaanya. Tapi menemani wanita berbelanja merupakan moment yang unik bagi lelaki.
Sambut aku di dunia blog 30/12/2008
Posted by ardisaz in Beranda.add a comment
Blog pertama yang saya buat, post pertama yang saya tulis.
Perkenalkan, saya baru di dunia blog ini. Saya masih belajar menulis dan belajar mengolah pikiran menjadi tulisan. Mengawali tulisan pertama saya ini, mungkin saya akan sedikit berbagi tentang alasan saya membuat sebuah blog. Dulu saya merasa tidak mau membuat blog karena saya merasa tidak ada gunanya. Selama ini yang saya ketahui mengenai blog hanyalah tempat orang menulis diari onlinenya. Semacam curhat dan bercerita di dunia maya agar orang membacanya dan memberikan simpati dan empatinya kepada penulis. Pikiran seperti itu yang membuat saya tidak tertarik membuat ataupun membaca blog. Isinya hanya topik-topik ringan seputar kehidupan sehari-harinya, sekedar curahan hatinya, dan berbagai macam objek yang ditulis secara subjektif. Tapi sekarang saya lebih terbuka. Saya melihat bahwa blog adalah ruang buat menunjukan jati diri. Dari tulisan seseorang, kita bisa mengetahui orang seperti apakah dia. Kualitas pemikiran dan anilisis seseorang dapat kita lihat dan kita nilai. Kita bisa belajar dari banyak hal, bisa berbagi banyak informasi, dan bisa memberikan manfaat bagi orang banyak. Beberapa blog yang dibuat oleh teman-teman telah menginspirasi saya dan memberikan kekuatan. Saya ingin suatu saat nanti blog saya bisa menginspirasi banyak orang, bisa memberi kekuatan bagi banyak orang, bisa menolong lebih banyak orang. Saya bisa berdiskusi dan berbagi banyak hal dengan banyak orang nantinya.
Dalam post-post berikutnya, saya akan berusaha menyampaikan teriakan dalam pikiran saya, menggunakan hak kebebasan berpendapat saya, menceritakan pengalaman-pengalaman yang akan dikupas hikmahnya, dan berbagai artikel yang menarik untuk dibaca. Namun seperti halnya anak bayi belajar berjalan, mereka pasti mengalami jatuh berkali-kali, butuh tangan yang memeganginya agar tetap seimbang, hingga akhirnya bayi tersebut bisa berlari. Saya pun masih belajar menulis dan butuh banyak kritik, saran, dan komentar yang membangun.
sambut aku dunia blog, ardisaz telah muncul


