Bagaimana Saya, Dia, dan Perbedaan Saling Mengisi 25/05/2009
Posted by ardisaz in Romansa.add a comment

Ada lirik lagu yang berbunyi “segala perbedaan itu, membuatmu jauh dari ku”. Benarkah perbedaan dapat membuat seseorang menjadi jauh dengan kita?
Dalam menjalani hubungan, tentu kita akan bertemu dengan perbedaan. Saya orang yang simpel dan fleksibel sedangkan dia sangat perfeksionis dan terstruktur. Saya senang berorganisasi, memimpin, dan menjadi pusat perhatian sedangkan dia senang bekerja dan tidak suka menjadi pusat perhatian. Saya orangnya terbuka dan ekspresif sedangkan dia sangat tertutup dan jarang menunjukan perasaannya. Saya senang dengan kegiatan di alam terbuka sedangkan dia sangat membenci hal itu. Dan masih banyak lagi perbedaan antara saya dengan dia, bahkan sampai selera makan kita yang berbeda (saya tidak senang pedas sedangkan dia hobi makanan pedas). Jauh sebelum saya melangkah lebih jauh dalam hubungan kami, kami sudah menyadari perbedaan kami yang 180 derajat itu.
Perbedaan tersebut memang sesekali menjadi kerikil dalam hubungan kita, tidak jarang menggoyahkan kita. Namun seiring dengan berjalannya waktu, melalui proses-proses pendewasaan dan pembelajaran, saya menemukan bahwasannya sesungguhnya perbedaan tidak akan membuat kita jauh. Ternyata untuk menghadapi perbedaan bukanlah dengan menghindarinya, justru dengan menghadapinya. Diperlukan adaptasi yang intens terhadap karakter masing-masing, untuk itulah kedekatan kedua personil sangatlah dibutuhkan. Dari kedekatan itulah akan timbul rasa toleransi dan pengertian terhadap sesama. Sebagai salah satu contoh, pada awalnya saya merasa tidak cocok dengan salah satu sifatnya. Seperti jika ingin menentukan tempat atau membuat suatu acara, jarang dia berinisiatif untuk itu. Awalnya dibenak saya, saya berpikir, “kenapa sih dia tidak bisa seperti saya?”. Jika saya menyikapi hal tersebut dengan menjauhinya karena sikap itu, pasti perbedaan-perbedaan lainnya akan muncul satu persatu sebagai pemisah jarak antara kita. Namun dengan justru mendekatinya, mencoba membuka hati kita, dan memberikan toleransi kepadanya, saya semakin paham dan mengerti dia. Hingga akhirnya pikiran saya berubah menjadi “Justru karena dia tidak seperti saya, saya bisa memberikan hal tersebut untuk dia”.
Yang terpenting yang perlu diingat adalah, perbedaan tidak selamanya menjadi penghalang. Tapi perasaan sayang antara dua orang tersebut akan selamanya menjadi pengikat. Ingatlah selalu perasaan kita ketika perbedaan nampak menjadi seperti penghalang.
Aku Ingin Menjadi Lelaki Mu 20/05/2009
Posted by ardisaz in Romansa.add a comment
Seperti apakah lelaki yang tepat untuk mu? Pasti bukanlah lelaki yang setia menelan ludahnya sendiri, bukanlah mereka yang berulangkali mengingkari janji indah yang mereka sajikan untuk mu. Aku berani menuding lelaki yang membuat mu menangis bukanlah lelaki mu. Tidaklah merupakan seorang lelaki jika ia menghancurkan hari mu dengan sifatnya dan egonya. Menjauhlah jika seorang lelaki menyakiti mu di tengah malam dan membuat mu bersedih di siang hari karena ia tidak pantas untuk mu.
Kamu pantas mendapatkan kenyamanan ketika kamu bertemu lelaki mu. Lelaki mu adalah ia yang wajahnya selalu terpantul di genangan bola mata mu. Ketika kamu bertatapan dengan lelaki mu itu, kamu akan merasakan udara yang hangat. Betapa indahnya dunia jika kau sedang duduk bersebalahan dengan lelaki mu. Kau akan temukan ragam bunga yang harum di balik sosok lelaki mu itu. Coba kau rasakan betapa amannya diri mu ketika kamu menyandarkan keluh mu di pundaknya.
Aku, yang saat ini berdiri di sini, belumlah menjadi lelaki mu. Tapi kamu akan melihat, di balik matahari dan bulan yang terus berganti, aku akan melangkah. Hingga aku bisa berada di depan mu dan menjadi lelaki mu secara terhormat. Sehingga aku bisa berkata dengan tegas, “Akulah lelaki mu”.
Kemana dia? 03/05/2009
Posted by ardisaz in Romansa, Suara Hati.add a comment

kemana dia?
Menjauh pergi ke kehidupan yang semakin tidak terlihat
Tak sadar meninggalkan seorang bocah yang merindu tiap malam
Melewatkan episode dalam baris skenario hidup
Membuat bocah itu menggigil seorang diri
Sang bocah tetap menunggu dan mencinta
Bertahan dalam kehambaran dan rasa jenuh
Berteriak hingga ia kembali ke sini
Datang membelai layaknya seorang kekasih
gambar dari http://th04.deviantart.com
Lelaki Yang Sedang Belajar Menjadi Peka Dan Pengertian 30/01/2009
Posted by ardisaz in Romansa.3 comments

Seiring berjalannya waktu, saya terus mencoba memahami perbedaan fitrah antara lelaki dan wanita. Banyak buku yang menggambarkan secara lugas perbedaan dasar dan karakter pada masing-masing pihak. Tidak hanya dari buku, di dunia nyatapun saya sering kali mendengar keluhan dari kaum wanita, termasuk pasangan saya. Yang terjadi di dunia nyata adalah, fakta memang tidak semudah teorinya. Banyak faktor yang membuat realisasi dari nasihat-nasihat di atas kertas menjadi tidak berdaya menghadapi situasi real. Mengatasi Emosi, perbedaan pendapat, perasaan wanita, dan lain-lain.
Sebelum ini, saya sempat membahas tentang misteri seorang wanita. Dan misteri itu satu-persatu mulai terungkap. Saya belajar dari tiap kejadian yang saya alami. Belajar dari reaksi akibat apa yang saya lakukan dalam suatu kondisi. Tentu tiap wanita tidak sama dalam memberikan reaksi atas apa yang saya lakukan. Tapi yang terpenting saya tahu bagaimana belajar memahami pasangan saya terlebih dahulu. Bagian tersulit adalah dari sifat wanita yang tidak mau berterus terang mengenai apa yang dia inginkan dari saya. Saya harus benar-benar mengamati perubahan yang terjadi di dalam perasaannya atas perlakuan saya saat itu. Mungkin pada awalnya saya sering dibilang tidak peka, lalu divonis tidak bisa mengerti dia, dan lain-lain. Awalnya saya juga bingung harus berbuat apa. Tapi pengalaman itu membuat saya mengerti untuk tidak mengulangi tindakan yang waktu itu saya lakukan.
Sekali lagi, ini bukanlah hal yang mudah. Tapi bukan juga hal yang tidak mungkin kita pelajari. Sedikit-sedikit saya mulai mengerti pergantian suasana hati seorang wanita (terutama pasangan saya) dan bagaimana menghadapinya. Saya mulai belajar membaca perasaannya tanpa dia mengutarakan apa yang dia rasa. Saya juga belajar bagaimana memberikan apa yang dia butuhkan dari saya sebelum dia memintanya. Dan banyak hal lainnya. Tapi memang, saya masih jauh dari sempurna. Terkadang emosi menghalangi pikiran saya untuk tetap jernih. Kemudian gengsi, keangkuhan, dan wibawa laki-laki saya membuat saya meninggikan diri dan membutakan mata hati saya untuk menjadi lebih peka. Dan banyak lagi faktor penghambat tersebut. Intinya adalah jangan berhenti untuk belajar menjadi lebih peka dan bisa memahami perasaan wanita.
Jangan tanya apa yang bisa dia berikan pada kita, tapi apa yang bisa kita berikan pada dia (memodif pidato mantan presiden Amerika)
(gambar dari http://k53.pbase.com/o4/45/14145/1/91398090.pTo00Mzo.YoungCouple.jpg)
Piknik Riang Gembira 15/01/2009
Posted by ardisaz in Romansa.5 comments

Melanjutkan rangkaian acara selametan 2 tahunan saya dan wanita saya, hari ini kami mengadakan piknik bersama. Dimulai dengan persiapan pada pukul 09.00 WIB. Pasangan saya datang ke tempat saya untuk bersama-sama kita memasak bekal untuk makan siang kita nanti. Sehari sebelum itupun kami sempat berbelanja membeli kudapan, cemilan, dan bahan-bahan yang diperlukan untuk memasak makan siang. Kami membuat sandwich tuna dan telur, kemudian ada strawberry celup coklat, jus orange, dan lain-lain. Setelah selesai, kami berbegas menuju taman tempat kami mengadakan piknik.
Suasananya sangat sejuk, cuaca agak berawan, angin kencang, pohon-pohon tinggi berjejeran, dan udara pegunungan yang segar. Kami menggelar alas dan karpet di bawah gazibu. Setelah persiapan selesai, acara pertama adalah tiup balon. Setelah dekorasi selesai, kami bermain spray. Ada spray berisi salju buatan dan spray berisi benang-benang. Kemudian dilanjutkan dengan mewarnai. Kami mewarnai buku mewarnai kumpulan hewan. Ada kupu-kupu, burung, dan lain-lain. Semakin lama, warnanya semakin tidak sesuai. Setelah puas mewrnai, kami saling membacakan picnic times stories. Saya membacakan sebuah cerita dan pasangan saya juga kemudian membacakan sebuah cerita juga. Setelah selesai, perut terasa sudah lapar. Kami pun menikmati makanan kami. Kemudian acara dilanjutkan dengan menonton film drama-romantis bersama. Cuaca sangat dingin, kami berdua berkali-kali menggigil karena udara yang sangat dingin. Tapi udara dingin malah memperseru suasana. Setelah selesai nonton, acara kami akhiri dengan meniup lilin dan membuka conveti. Usailah rentetan acara piknik yang menyenangkan.
Satu lagi yang unik, sepulang dari taman, kami menggunakan taksi yang tidak biasa. Taksi yang sangat klasik, bentuknya bukan sedan. Pengemudinya pun sangat nekat. Sehingga membuat kami berdua mual menaiki taksi layaknya wahana halilintar.
Sekali lagi saya mohon maaf karena tulisan saya tidak mampu menggambarkan keindahan dan betapa menyenangkannya even tadi.
Malam Yang Indah 14/01/2009
Posted by ardisaz in Romansa.10 comments

Walau hujan rintik-rintik, awan mendung, tapi malam ini merupakan malam yang sangat indah. Saya bersama wanita saya merayakan hari jadi kami yang ke dua di sebuah restauran yang terletak di lantai 9 hotel panghegar. Restauran tersebut sangat unik, karena restoran tersebut dapat berputar 360 derajat. Dari tempat kami berdua duduk, kami bisa melihat banyak sekali gemerlap lampu di kota Bandung pada malam hari dengan pemandangan yang terus berganti. Lilin yang menjadi sumber cahaya, langit-langit restauran yang terdapat lukisan bergambar langit, suasana restauran yang romantis, dan diiringi alunan musik live yang indah, menjadikan suasana malam ini luar biasa.
Dengan set menu yang telah ditentukan, satu persatu masakan disajikan. Mulai dari aptizer, saya memilih salad buah dan wanita saya memilih salad sayuran. Kemudian soup disajikan, saya menikmati cream soup sedangkan wanita saya memakan zoupa soup. Lalu makanan utama dihidangkan. Menu utama adalah steak. Setelah habis, tibalah makanan pencuci mulut, semangkuk peach dan ice cream vanila untuk saya dan sebuah banana split untuk wanita saya. Setelah makanan demi makanan keluar, tiba-tiba di tengah suasana makan malam, seluruh staf dan musisi di restoran tersebut menyanyikan lagu ulang tahun untuk kami berdua dan menyajikan cake yang luar biasa. Cake tersebut menyala-nyala oleh api di bagian atasnya yang spontan saya dan wanita saya tiup. Lalu beramai-ramai mereka menyelamati saya dan pasangan saya. Setelah itu kami berdua saling bertukar kado.
Saya tidak bisa menceritakan detilnya, karena tulisan saya tidak mungkin bisa menggambarkan betapa indahnya malam itu.
Ketika Saya Rindu 08/01/2009
Posted by ardisaz in Romansa.9 comments

Dia : “Aku selalu senang bertemu kamu”
saya: “dan Aku selalu benci berpisah dengan kamu”
Itu kata-kata terakhir yang terngiang di kepala saya. Kita pasti akan sangat ingin bisa berlama-lama dan menghabiskan waktu dengan orang yang sangat kita sayangi. Mungkin berbagai hal akan kita lakukan untuk mencegah kita berpisah dengan orang itu. Bisa dengan mengajaknya minum coklat panas yang pasti akan memakan waktu lama menghabiskannya sehingga bisa membuat dia lebih lama di samping kita. Bisa dengan memperlambat jalan kita dengan dia agar semakin lama waktu berjalan bersama. Banyak hal-hal bodoh yang secara sadar maupun tak kita sadari kita lakukan untuk mencegah momen perpisahan itu muncul. Saya pikir itu adalah hal yang alami dan sangat natural.
Namun perpisahan adalah hal yang tidak bisa lepas dari perjumpaan. Di mana ada pagi pasti ada malam. Di mana ada perjumpaan pasti ada perpisahaan. Sangat lekat dan tidak bisa dipisahkan. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menyikapi perpisahan itu. “InsyaAllah kita masih bisa bertemu lagi kok”. Kata-kata itu membalik roda di pikiran kita, di mana ada perpisahan pasti ada perjumpaan. Tentu kita tak sabar menunggu kesempatan untuk berjumpa lagi dengan dia secepat mungkin. Saat-saat penantian itulah yang disebut dengan rindu. Menanti datangnya pertemuan dengan penuh harap. Menanti datangnya saat berjumpa dengan tetap memikirkannya di dalam pikiran kita, tetap merasakannya di dalam hati kita.
Di saat rindu itu tiba, satu yang bisa membuat saya tenang. Apa yang kita alami ketika kita sedang merindukan dia, kita memikirkan dia dan merasakan dia. Maka dia pun melakukan hal yang sama untuk kita. Dipikirannya ada kita dan di hatinya pun begitu. Saling memikirkan dan saling merasakan, itulah yang menjadikan saya, orang-orang lainnya, menjadi kuat ketika tidak sedang berada di samping orang yang kita cintai. Bahkan mungkin untuk jarak yang sangat jauh dan waktu yang sangat lama.
Susahnya menjaga perasaan 03/01/2009
Posted by ardisaz in Romansa.add a comment
Kenapa kok susah yah menjaga perasaan? Saya sudah berusaha untuk bisa menjadi manusia yang bisa menjaga perasaan orang lain. Tidak mau membuat orang lain bersedih karena saya, orang lain kecewa karena saya, ataupun orang lain jadi marah karena saya. Benturan-benturan antara dua pribadi yang berbeda menurut saya adalah hal yang biasa. Saya juga mulai menyadari bahwa gesekan-gesekan itu juga merupakan sesuatu yang alami. Perlu waktu memang untuk menyadari itu. Menyadari bahwa memang dalam kehidupan pasti ada perbedaan. Dan perlu latihan juga untuk dapat menerima perbedaan itu. Tidak sekedar menerima, tapi juga memahami perbedaan.
Dalam perjalanannya, saya belum juga sampai di titik saya bisa menerima semua perbedaan yang ada. Apalagi memahami. Walaupun dalam perjalanan, sedang berniat dan berusaha, tapi ternyata orang tidak perduli. Orang tidak perduli dengan proses. Banyak dari mereka yang hanya melihat hasilnya. Akibatnya banyak yang mengalami sakit hati, marah, emosi, kecewa, sedih, dan lain-lain. Saya tetap berusaha untuk belajar. Tapi memang, proses belajar ini butuh pengorbanan. Butuh sakit hati juga, butuh marah, emosi, kecewa, juga sedih. Tapi saya yakin proses itu harus saya lalui dan harus saya sikapi dengan baik. Karena saya yakin jika saya berhasil melalui proses itu, proses yang sering kali mencabik-cabik hati, saya yakin niat baik saya untuk belajar menjaga perasaan akan berbuah emas. Saya yakin tidak akan sia-sia saya menahan emosi saya, menahan kecewa dan sedih saya, agar saya bisa menjadi orang yang mampu menjaga perasaan orang lain. Mungkin tak cuma menjaga, tapi menjadi sumber kebahagiaan dan inspirasi untuk orang lain.
Komunikasi dengan hati 03/01/2009
Posted by ardisaz in Romansa.1 comment so far
Sekarang membahas kembali tentang perasaan. Saya menemukan beberapa poin yang cukup menarik masalah perasan. Saya harap ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Karena saya pun masih sedang belajar mengenai perasaan.
Ada orang yang perasaannya sensitif sekali. Melihat sesuatu yang mengharukan saja, langsung menangis. Ada orang yang mudah tersinggung. Mendengar satu kata “kramat” walaupun hanya dalam bisikan, langsung menggelegar emosinya. Ada orang yang sangat lembut. Dijahati maupun dihina seperti apapun, kata-kata yang keluar adalah kata-kata yang menyejukan. Ada orang yang sangat cuek. Diberitahu seperti apapun caranya, ia tidak peduli dan menjalankan segala sesuatunya seperti yang dia inginkan.
Poin menarik dari setiap jenis orang adalah, bahwa setiap orang punya hati. Sejahat-jahatnya orang, ia pasti bisa merasakan sedih dan kasihan. Secuek-cueknya orang, dia pasti tetap memiliki rasa peduli di dalam hatinya. Saya percaya dengan sangat bahwa setiap orang punya hati dan bisa merasakan. Tapi tidak semua orang mempunyai yang namanya empati. Kemampuan untuk merasakan apa yang orang lain rasakan. Seberapa peka seseorang terhadap ekspresi yang disampaikan oleh perasaan seseorang. Kepedulian dan kepekaan inilah yang sulit. Perasaan, ekspresi, empati, dan kepedulian, semuanya satu bagian yang saling berkaitan.
Banyak kasus yang bisa terjadi dalam ketidakmerataan kemampuan seseorang menguasai kemampuan berbicara dengan hati. Ketika orang memiliki rasa kepedulian dan empati yang tinggi, ia bisa dengan segera menangkap apa yang dirasakan seseorang. Ia bisa membaca dari ekspresi sekecil mungkin. Kebalikan dari itu, orang yang memiliki rasa kepedulian yang rendah, ia membutuhkan lebih dari sekedar ekspresi. Ia membutuhkan penekanan dan arahan untuk akhirnya dapat memahami perasaan.
Dari yang saya rasakan adalah, hubungan antar manusia akan berjalan dengan baik kalau kita bisa saling memahami dan saling mengerti. Bisa bicara heart to heart. Karena tidak ada manusia yang sempurna, jadi kita harus selalu bisa memahami kekurangan yang ada dalam diri manusia. Mungkin kita merasakan bahwa lawan bicara kita terlalu sensitif. Kata-kata yang kita anggap biasa, ternyata melukai hatinya. Kita harus bisa mensikapinya dengan tetap menjaga perasaannya. Coba segera cari topik lain agar tidak menyinggung perasaannya. Jangan mengharapkan orang lain paham kalau kita tidak bermaksud buruk. Kitalah yang harus paham bahwa orang tersebut itu sensitif, pilihlah kata-kata yang akan dikeluarkan. Jaga emosi adalah tantangan terberat kalau menurut saya. Menjaga agar tidak terbawa susana yang panas dan tetap menjaga perasaan orang lain. Sebaliknya, jikalau kita berperan sebagai orang yang satu lagi. Sebagai orang yang sensitif. Ketika kita bertemu orang yang kurang bisa menanggapi perasaan kita, jangan keburu marah dengan orang itu. Karena kalau kita marah, yang ada hanya dua kemungkinan. Kalau tidak orang tersebut semakin cuek karena bingung kenapa tiba-tiba kita marah, atau orang tersebut malah marah balik ke kita. Hal yang baiknya kita lakukan adalah mencoba lebih ekspresif. Jika kita ingin dimengerti, cobalah kita buat dia mengerti maksud kita. Gunakanlah bahasa-bahasa yang lebih dapat sampai ke orang itu.
Intinya kunci dari hubungan tersebut adalah saling memahami. Jika kita ingin dimengerti, kita harus mulai dengan mengerti perasaan orang lain itu terlebih dahulu. Saya masih perlu banyak belajar bagaimana memahami perasaan. Bagaimana bisa mengerti orang lain lebih dalam.



